Kamis, 09 April 2015



Clurit Paman
Entah mengapa dan kemana paman akan pergi pagi itu. Dia pun tidak berpamitan. Lelaki paruh baya itu sudah pendiam sejak aku mengenalnya. Terlebih bila berurusan dengan ayah. padahal setahuku ayahlah yang menyelamatkannya dari menggelandang karena ludesnya harta yang ia pertaruh kan di meja perjudian.  Tapi ketika berhadapan dengan ibu tingkah paman berbeda. Coba tanyakan pada dirimu mana mungkin seorang saudara bertindak lebih sopan pada iparnya dari pada kandungnya sendiri. Mungkin ada peristiwa yang terjadi ketika aku masih dalam rahim.
            Belum begitu lama semenjak paman pergi, ayah muncul dari balik pintu. Dia duduk di kursi teras dengan secangkir kopi dan koran yang baru saja dilempar oleh lopernya. Saat itu hari  minggu. Ayah tidak masuk kerja begitu juga aku.  Hari yang baik untuk keluarga kecil kami bercengkerama. Segera ku hampiri ayah dan duduk di sampingnya. Aku diam menikmati kebersaman kami bersama keheningan itu sendiri.
            “ ‘Nak pergi kemana pamanmu tadi?” Tanya ayah menghamburkan santaiku.
            “ Entahlah ayah! ayah tahu sendirikan, sifat paman.”
            “ Tapi biasanya dia mau berbicara denganmu.”
            “ Benar! Tapi jika aku yang tanya.” Lenguhku menyusul.
            " oh ya yah mungkin saja paman mau pergi ke pandai besi.” Tambahku
            “ mengapa kamu berpikir demikian?”
            “ sebab tadi aku lihat paman membawa sebilah clurit.” Tiba tiba wajah ayah berubah pucat. Tak lama hanya beberapa mikro detik. Wajahnya kembali teduh seperti biasanya.
***
            Aku pernah datang kerumah kakek beberapa hari setelah hari itu. Aku penasaran akan kejadian yang tersekat oleh tirai waktu antara paman dan ayah. Rumah kakek tidak begitu jauh sekitar setengah kilometer. Ke barat utara dari rumahku. Jika ada rumah di kanan jalan bercat putih dengan bunga-bunga di teras dan pohon mangga yang lebat meneduhkan maka itulah rumah kakek, nenek dan bibi yang seumuran denganku.
            Ketika aku datang kudapati bibi yang tengah membersihkan teras.